Sabtu, 30 Maret 2013

Kekayaan Hakiki



Kekayaan Hakiki

Ketika berbicara tentang kekayaan yang terbersit adalah sejumlah uang yang dimiliki, aset tetap yang dinikmati dan nilai investasi yang diputar. Prinsip dan ukurannya adalah uang. Apakah pemahaman tentang kekayaan dalam hidup ini hanya seputar uang? Kalau, ya. Sungguh sangat naif. Ada 3 jenis kekayaan dalam hidup ini. Pertama, kekayaan finansial. Suatu jenis kekayaan yang ukurannya adalah jumlah nilai uang yang dimiliki. Kedua, kekayaan sosial. Seberapa besar partisipasi dan kontribusi kita bagi orang lain dan masyarakat dalam menyisikan waktu, tenaga, dan pikiran kita. Menggalang kepedulian, membangkitkan pemberdayaan, serta menuangkan buah pikiran dalam membangun kesadaran, pencerdasan, dan pencerahan adalah model pengelolaan kekayaan jenis ini. Ketiga, kekayaan spiritual. Tipe kekayaan yang tidak terukur secara kuantitatif dan bersifat non materi. Inilah kekayaan hakiki, yakni kekayaan hati dan jiwa kita. Kekayaan yang bisa diakumulasikan dengan ikhtiar kita untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. Seperti, keteguhan dalam aqidah, kedisiplinan dalam ibadah, konsistensi ber- akhlaqul karimah, dan muamalah secara syariah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar